Catatan Gantyo

BANGUNLAH JEMBATAN HATI

1 47
UNTUK mengarungi kehidupan ini, kita tidak mungkin sendirian. Kita pasti membutuhkan orang lain. Sebagai pekerja, jika ingin naik gaji, kita pasti membutuhkan atasan. Dalam berbisnis, kita juga membutuhkan orang lain. Mustahil, kita bisa hidup seorang diri.

Namun dalam kehidupan sehari-hari kita sering membangun dinding yang membatasi diri kita dengan dunia luar. Padahal untuk meraih sukses, kita juga perlu membangun jembatan. Persisnya jembatan hati agar kita dapat menjalin hubungan baik dengan orang lain. “Tanpa jembatan hati, sulit bagi kita untuk membangun relasi dan berkomunikasi dengan orang lain,” kata Arvan Pradiansyah, penulis buku Life is Beautiful dalam acara Friday Spirit di Radio Ramako, Jumat (29/2).

Banyak di antara kita yang menganggap bahwa menjalin komunikasi dengan orang lain sebagai sesuatu yang sudah ‘given’, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Pintar berkomunikasi bahkan dianggap sebagai satu pelengkap untuk membangun jembatan, padahal belum tentu hasilnya cespleng. Mereka yang berpandangan seperti ini kemudian belajar bagaimana menjadi pembicara yang baik dengan mengikuti kursus public speaking. Intinya mereka merindukan agar punya skill communication.

Agar komunikasi kita efektif, menurut Arvan, yang diperlukan bukan kemampuan berbicara, tapi kemampuan mendengar. Dengan menjadi pendengar yang baik, maka kita sebenarnya sudah membangun jembatan hati.

Persoalannya, cukupkah hanya mendengar? Jelas belum, sebab menurut Arvan, mendengar pun ada levelnya. Level pertama mendengar dengan telinga. Level kedua, mendengar dengan mata (bahasa tubuh), dan level ketiga mendengar dengan hati. Banyak di antara kita saat berkomunikasi dengan orang lain, kita memang mendengar, tapi hanya dengan telinga, sementara pikiran kita entah ke mana. Mendengar yang baik apabila kita melakukannya dengan hati.

Agar kita bisa mendengar dengan hati, kita perlu memiliki kecerdasan emosi. Kalau kita memiliki kecerdasan emosi, maka dengan mudah, kita pun dapat mengetahui emosi seseorang saat berbicara dengan kita. Kalau kita tidak punya kecerdasan emosi, maka tanpa kita sadari, kita sering membangun dinding tinggi melalui ego yang kita miliki.

Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa lewat ego, kita sebenarnya telah membangun dinding bagi orang lain? Arvan mengatakan kita punya ego yang tinggi jika saat berbicara, kita sering merendahkan orang lain dengan membanggakan diri kita sendiri.

Menggunakan bahasa teknis yang sulit dipahami lawan bicara kita juga bentuk ego yang lain. Sangat mungkin kita sengaja menggunakan istilah-istilah yang hanya kita sendiri yang mengetahui agar orang tadi segera meninggalkan kita karena kita tidak respek dengannya. Boleh jadi pula, itu sengaja kita lakukan untuk menunjukkan kepada lawan bicara bahwa kita orang hebat.

Jembatan hati dengan sendirinya terbangun apabila saat berkomunikasi dengan orang lain kita merasakan adanya kenyamanan karena kita berhasil mengalirkan energi positif kepadanya. Jembatan hati juga terbangun apabila dalam berkomunikasi, lawan bicara kita menganggap diri kita orang penting, sehingga dia banyak mengungkapkan pernyataannya kepada kita, karena kita banyak mendengar.

Masih dalam rangka membangun jembatan hati, menurut Arvan, ibarat tabungan, sering-seringlah kita memberikan ‘setoran’ kecil dengan membuat kejutan-kejutan kecil, sehingga hubungan kita tidak menoton. Misal saat libur, sesekali suami menyiapkan sarapan buat istri.

Menurut Arvan, sangat mudah membangun jembatan hati. Yaitu, sadarilah bahwa setiap orang itu penting; pesan yang keluar dari mulutnya dan disampaikan kepada kita pasti sesuatu yang penting; karena itu dengarkanlah. Jika orang itu kita anggap penting, jangan segan untuk memujinya dengan tulus dan banyaklah mengucapkan terimakasih. Mudah bukan?

Gantyo Koespradono

1 Comment
  1. Razi Muhara says

    Bang Gantyo yth…

    Nah ini dia, buku yang saya cari-cari selama ini. Mau download di Youtube gak bisa. Lumayanlah itu buku untuk membangkitkan semangat yang terendam untuk diangkat kembali.

    Sukses ya Bang dengan launching bukunya semoga ikutan best seller juga seperti buku-buku yang lain. Salam buat teman-teman Media Indonesia dan Metro TV khususnya dan teman-teman di Media group.

Leave A Reply

Your email address will not be published.