Catatan Gantyo

PIKIRAN, TINDAKAN DAN SESUATU YANG SERBA KEBETULAN

2 50
SEORANG teman pernah berkata kepada saya seperti ini: “Saya mendapat pelajaran yang sangat berharga, ternyata tidak ada sesuatu pun di dunia ini yang serba kebetulan.”

Beberapa hari sebelumnya dia bercerita kepada saya bahwa dia pernah tidak menyukai seseorang. Namun belum lama berselang, tanpa beban, dia menyapa dengan amat sangat ramah orang yang selama ini tidak disukainya itu. “Pertemuan tersebut datang begitu saja dan saya melakukannya tanpa beban dan dengan hati yang senang,” katanya.

Masih menurut teman saya itu, setelah berteman dengan seseorang, dia sekarang bisa melakukan kontemplasi. Pernah suatu hari dia melihat sebuah buku yang katanya bagus sekali di kamarnya, tapi diabaikan begitu saja. Setiap kali dia merapikannya, lagi-lagi buku itu selalu tampak di matanya, karena terletak di tumpukan paling atas. Namun kondisi itu tak dipedulikannya, sampai suatu ketika buku itu berada di atas tempat tidurnya setelah dijadikan mainan oleh anaknya.

Singkat cerita, buku itu pun lantas dibacanya dan dia mendapatkan sesuatu yang sangat bernilai. Oleh sebab itulah dia berani mengungkapkan kesimpulannya kepada saya bahwa buku itu bagus sekali.

Dari peristiwa-peristiwa itulah, dia memastikan bahwa apa yang dialaminya tidak ada yang serba kebetulan, karena sebelumnya (sebenarnya) telah dia pikirkan. Dia mengaku sekarang lebih paham makna sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan datang dari tindakan-tindakan positif yang kita lakukan.

Hidup adalah sebuah pilihan. Persoalannya, banyak di antara kita yang tidak mengetahui mana yang lebih dulu kita pilih, bertindak dulu baru berpikir kemudian, atau berpikir dulu baru kemudian bertindak.

Sayangnya dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang bertindak negatif, karena dia
memutuskan untuk memilih pikiran negatif. Sering malah manusia yang sama sekali tidak mengetahui bahwa dia sebenarnya mempunyai banyak pilihan, tapi memilih pilihan yang salah dan merugikan orang lain.

Sahabat saya, Arvan Pradiansah dalam acara Smart Happiness di Radio Smart FM pagi ini (Jumat 26 Februari ) mengungkapkan ada tiga tipe manusia berkaitan dengan tindakan dan pikirannya:

1. Manusia yang tidak sadar bahwa dia punya pilihan. Ciri orang seperti ini biasanya kalau dimaki-maki akan membalas dengan maki-maki. Jika dia seorang bawahan, manakala ditegur atau dimarahi atasan, dia akan membalas sang atasan dengan tindakan-tindakan negatif. Jika dia sedang mengemudikan mobil dan ada mobil lain yang menyalip, maka tindakannya adalah ganti menyalip, bahkan dengan caci maki. “Dia tidak punya kesadaran bahwa sebenarnya dia punya pilihan lain,” kata Arvan Pradiansyah, penulis buku “The 7 Laws of Happiness” itu. Dia menyebut, manusia tipe ini dalam hidupnya bakal terus menjadi korban atas pilihan pikirannya sendiri.

2. Manusia yang menyadari bahwa dia memiliki kesadaran untuk memilih apa yang akan dilakukan (tindakan). Dalam konteks di atas, jika seseorang dimarahi atasan, dengan sadar dia akan memilih untuk berperilaku yang lebih baik. Jika saat berlalu lintas, mobil yang dikendarainya disalip mobil lain, dia akan membiarkannya saja.

3. Manusia yang memiliki kesadaran untuk memilih pikirannya. Pikiran ini bisa positif dan negatif dan kemungkinannya bisa 50:50. Contohnya, jika kita mendengarkan ramalan tentang diri kita, tentu ada yang baik dan buruk. Dihadapkan pada kenyataan ini, Arvan menyarankan, pikirkan dan percayai saja yang baik, maka hal-hal baiklah yang akan menghampiri kita.

Arvan Pradiansyah mengatakan sumber kebahagiaan adalah pikiran kita. Karena itu ibarat orang makan, kenyangkanlah pikiran kita dengan makanan-makanan bergizi, jangan beri pikiran kita dengan makanan-makanan yang mengandung racun.

Saya yakin teman saya di atas telah membiasakan diri untuk memberikan makanan bergizi pada pikirannya, sehingga tidak ada sesuatu yang serba kebetulan dalam hidupnya, karena segala sesuatunya dilakukan dengan kesadaran penuh untuk memilih, diawali dari pikiran kemudian tindakan. Selamat menikmati kebahagiaan, sekarang. Ya, sekarang.***

2 Comments
  1. Kuyus is cute says

    wah, masukan yang berarti nich. Hidup adalah pilihan. Begitu banyak cara untuk membalas ketidakbaikan .. namun bila kita sanggup mengontrol emosi dan menjadi raja atas pilihan kita sendiri, kenapa tidak memilih kebaikan sebagai upaya menentramkan diri sendiri?

    Semoga ini bukan sebagian dari kepasrahan. Karena terkadang kita juga perlu sedikit tegas untuk memberi gambaran kebaikan kepada yang belum mampu menjalankan kebaikan itu sendiri.

    Seorang dengan pilihan terbaik ini, membutuhkan kematangan yang lebih dan pengalaman yang bijak untuk bisa berdamai dengan emosinya. Saya ingin sekali bisa seperti itu. Setiap hari adalah proses belajar bukan?

    Saya suka sharing ceritanya. Benar benar sederhana namun valuable.

  2. Panduan agea.com trading forex says

    Artikel yang sangat memberi semangat,, namun bagaimana cara menyatukan antara pikiran dan tindakan?

Leave A Reply

Your email address will not be published.