Catatan Gantyo

Kado Istimewa Tahun Baru 2009, Yokanan ‘Erick Estrada’ Meninggal Dunia

1 2


WRITENOW (Senin 5 Januari): Saya mendapat “kado istimewa” memasuki Tahun Baru. Tepat pada 1 Januari 2009, persisnya pukul 23.18, sahabat saya meninggal dunia. Pasalnya dia meninggalkan “warisan” yang amat berharga buat saya, juga buat yang lain, termasuk Anda.


Sahabat yang saya maksud bernama Yokanan Setyodarmo. Tiga tahun tiga bulan dia mengidap penyakit gagal ginjal. Saat masih segar bugar, Yokanan yang oleh para tetangganya di Kompleks Sari Bumi Indah, Karawaci Tangerang sering dipanggil Erick Estrada itu mempunyai berat badan 65 kilogram.



Namun saat meninggal dunia, berat badannya tinggal 38 kilogram. Saat saya menjumpai jenazahnya yang Kamis (1 Januari) sekitar pukul 23.45 masih berada di tempat pembaringannya di ruang Seruni RSUD Tangerang, saya tidak menyangka itu adalah tubuh Yokanan Setyodarmo. Saya menduga “benda” yang ada di tempat tidur itu adalah seonggok selimut dan guling di dalamnya.



Setelah saya bertanya kepada kawan lain yang berada di rumah sakit untuk memastikan apakah yang berbaring di sana Yonanan “Erick Estrada’ Setyodarmo, mereka menjawab benar. Dia tidak lagi setampan Erick Estrada, aktor pemeran polisi lalu lintas dalam film serial televisi di era tahun 1980-an itu. Seluruh tubuhnya telah menipis, kulit hitam semua. Rambutnya gondrong menggimbal. Maklum, berkali-kali keluar masuk rumah sakit, tidak saja untuk cuci darah, tapi juga mendapat perawatan intensif berbulan-bulan, sehingga tidak sempat mandi besar, apalagi mencukur rambut.



Saat Tuhan mengakhiri penderitaannya, usia Yokanan Setyodarmo 48 tahun. Relatif masih muda. Namun gangguan ginjal yang telah dirasakan Yokanan sejak tiga tahun lalu tidak mengenal kompromi. Penyakit ini pun tidak mengenal usia. Majalah Gatra edisi 7 Januari 2009 melaporkan, penyakit gagal ginjal umumnya menimpa mereka yang telah berusia 40 tahun ke atas. Namun sekarang banyak ditemukan penderita gagal ginjal di usia 20 tahun.



Mengutip ahli penyakit dalam RS Cipto Mangunkusumo Jakarta Dr Suhardjono, Gatra mengungkapkan, di negara-negara maju, penyakit ginjal sudah menjadi wabah. Menurut dia, kemakmuran suatu bangsa mengundang banyak penyakit. Memberikan contoh, Suhardjono mengatakan, di Amerika Serikat, lebih dari 20 persen penduduknya mengidap diabetes, dan setengah dari jumlah itu mengalami gangguan ginjal.



Di Indonesia, angka statistiknya hampir sama. Prevalensi penderita penyakit ginjal tahap V (penderitanya melakukan cuci darah seperti yang dilakukan Yokanan Setyodarmo) di Indonesia sekitar 280 orang per 1 juta penduduk. Itu berarti setiap tahun akan ada penambahan 61.600 orang penderita ginjal tahap V baru.



Makanan minuman berpengawet


Apa faktor pemicu seseorang mengidap penyakit ginjal yang berujung pada gagal ginjal dan penderitanya harus melakukan cuci darah bahkan transplantasi ginjal yang para ahli pun tidak ada yang bisa menjamin yang bersangkutan bisa bertahan hidup dalam kurun waktu lama?



Jangan anggap sepele, salah satu faktor pemicu seseorang mengidap gagal ginjal adalah karena mengonsumsi makanan-minuman yang mengandung bahan pengawet dan bahan kimia lainnya.



Wow, makanan dan minuman seperti itulah yang bertahun-tahun dikonsumsi Yokanan Setyodarmo. Itu diakuinya sendiri saat dia memberikan testimoni tentang penyakitnya dalam sebuah komunitas di gereja.



Dia termasuk orang gila kerja (workaholic). Sehari-hari dia bekerja di sebuah perusahaan kontraktor spesialis pendingin udara (AC). Saya pernah melihat dia begitu sibuk saat perusahaannya mendapat proyek mengerjakan sistem pendingin udara di Metro TV saat stasiun televisi berita itu akan beroperasi.



Demi tuntutan pekerjaan, dia sering tidur tidak teratur. Kerap dalam sehari, dia cuma tidur 2-3 jam di rumah. Pagi-pagi pukul 05.00 dia sudah harus berangkat ke kantor dan menyelesaikan tanggung jawab pekerjaan hingga larut malam. Supaya tahan melek, “Setiap hari saya minum minuman energi lima sampai tujuh botol,” kata Yokanan Setyodarmo seraya menyebut merek minuman penambah stamina yang sering diiklankan di televisi dan media-media lain.



Yokanan Setyodarmo tergolong manusia perfeksionis dan tidak bisa mengatakan “tidak” untuk urusan pekerjaan dan pelayanan di masyarakat. Ini diakui oleh sang kakak yang seorang pendeta, Sri Handoko. “Dia ingin seperti ayah kami yang juga seorang pendeta,” kata Sri Handoko dua hari setelah Yokanan Setyodarmo tiada. Ayahnya juga meninggal dunia saat berusia muda, 50 tahun, karena gila kerja.



Sri Handoko mengatakan, hidup dan mati memang di tangan Tuhan. Sebagai manusia beriman, kita harus siap jika sewaktu-waktu Tuhan memanggil kita, sebab hidup dan mati sama bernilainya. “Namun janganlah kita melakukan sesuatu yang membuat Tuhan cepat memanggil kita (mati),” katanya.



Yang dimaksud Sri Handoko adalah sebaiknya kita menjaga kesehatan dan bergaya hidup sehat. “Kita wajib berbuat baik kepada semua orang. Tapi ajari juga orang untuk bisa berbuat baik, sehingga jangan sampai semua beban kita yang menanggung sendirian,” katanya.



Gaya hidup seperti itulah yang rupanya dianut dan dipegang teguh Yokanan Setyodarmo, meskipun mati dan hidup, sepenuhnya adalah otoritas Tuhan.



Warisan spiritual



Lalu apa hubungannya “kado Tahun Baru” dan “warisan” berharga yang ditinggalkan Yokanan Setyodarmo sebagaimana saya tulis di awal tulisan ini? Saya bergembira dia meninggal dunia? Tentu saja tidak. Saya jelas kehilangan dia secara raga (jasmani), namun tidak secara rohani.

Nah, rohani Yokanan Setyodarmo itulah yang saya maksud sebagai “warisan” yang sangat berharga sebagai kado Tahun Baru 2009.



Dia meninggalkan nilai-nilai spiritual yang amat mendalam, terutama saat dia berusaha melawan penyakitnya yang menguasai tubuhnya selama tiga tahun tiga bulan. Yokanan Setyodarmo pantang menyerah dan semangat hidupnya sungguh luar biasa. Entah, sudah berapa puluh kali keluar masuk rumah sakit untuk cuci darah, dia hadapi dengan tenang.



Setahun terakhir, ke mana-mana dia harus ditemani dengan tabung oksigen. Yang menurut saya tidak masuk akal – entah ini pantas ditiru atau tidak – ke kantor, dia mengemudikan sendiri mobil bututnya, Suzuki Carry buatan tahun 1990-an dan di hidungnya tersambung selang oksigen.



Dalam usianya yang mendekati 50 tahun, dia juga masih sempat kuliah dan merampungkan S1-nya di sebuah perguruan tinggi swasta. Ke kampus, Yokanan Setyodarmo juga membawa tabung oksigen. Di kompleks perumahannya saat ada kerja bakti, menurut Ketua RT setempat Asep Zaenal Falakh, dengan tabung oksigen yang didorongnya ke sana kemari, Yokanan Setyodarmo juga ikut berpartisipasi.



Beralasan jika Asep Zaenal yang berbeda agama berkomentar, “Pak Yokanan benar-benar telah menjalankan ajaran agama yang diyakininya dengan sangat baik. Oleh sebab itu kami benar-benar kehilangan Pak Yokanan.”



Yokanan Setyodarmo senang musik. Dia lihai memainkan gitar; vokalnya juga bagus. Beberapa kali saya pernah berduet dengannya melantunkan lagu pujian kepada Tuhan di gereja. Dalam keadaan sakit, kulitnya sudah menghitam akibat sering cuci darah, dia pernah mengajak saya untuk berduet. Permintaan itu saya penuhi dan kami kembali bernyanyi (duet) di gereja dalam sebuah kebaktian.



Salah lagu yang disukainya adalah “Bapa, Engkau Sungguh Baik” yang diciptakan Bambang Irwanto dan Djohan Chrisdianto. Syairnya seperti ini:



Bapa Engkau sungguh baik

Kasih-Mu melimpah di hidupku

Bapa kubertrimakasih

Berkat-Mu hari ini yang Kau sediakan bagiku



Kunaikkan syukurku buat hari yang Kau beri

Tak habis-habisnya kasih dan rahmat-Mu

Selalu baru dan tak pernah terlambat pertolongan-Mu

Besar setia-Mu di sepanjang hidupku.



Lagu itulah – disenandungkan oleh istri tercinta Ny Tati Yokanan dan seorang penatua GKJ Tangerang Nono Medi ke telinga Yokanan — yang mengantar Yokanan Setyodarmo menghadap kembali kepada Sang Pemilik Kehidupan ini. Dia juga mendapat kado Tahun Baru sangat istimewa dari Tuhan, yaitu penyakitnya sembuh total, karena bersama-Nya tidak ada lagi sakit penyakit.***


(Gantyo Koespradono, dikutip dari blog Media Indonesia)

1 Comment
  1. Anti Login says

    Hi, saya punya postingan baru tentang
    Sms Tahun Baru 2010 mohon komentarnya. makasih 🙂

Leave A Reply

Your email address will not be published.