Catatan Gantyo

Mahasiswa XLangkah Lebih Maju, Kalau Tidak Kini, Kapan Lagi?

3 5

MELALUI komunitas (grup) di Facebook, seorang teman menginformasikan PT XL Axiata Tbk (XL) mengadakan lomba menulis di blog bertema “Bagaimana internet telah membuat saya XLangkah Lebih Maju.”

Tema itu menggelitik saya, sehingga mendorong saya menulis catatan ini guna berbagi kepada siapa pun, khususnya mereka yang mempunyai kerinduan untuk lebih profesional yang oleh XL dipopulerkan dengan istilah “XLangkah Lebih Maju”.

Niat dan take action agar “XLangkah Lebih Maju” sebenarnya sudah saya lakukan beberapa tahun silam setelah situs jaringan sosial (Facebook) dan new media (citizen journalism, portal berita, dan blog) sudah bukan lagi menjadi bagian dari gaya hidup, tapi kebutuhan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Dilatarbelakangi kenyataan itulah mengapa saya merasa perlu menulis buku Cara Andal Jadi Tenar–Kreatif Menulis Efektif di New Media yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama pada 2009 dan mobile-book Cara Elegan Menjadi Narsis di Facebook. Buku terakhir bisa diunduh lewat ponsel.

Lewat kedua buku itu (cetak dan elektronik) saya ingin mengajak masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak muda, agar XLangkah Lebih Maju (keren juga nih istilah).

Melalui buku-buku tersebut saya mengajak anak-anak muda — juga mahasiswa yang saya ajar/bimbing di dua perguruan tinggi, masing-masing Universitas Esa Unggul dan Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta — memanfaatkan new media sebagai medium untuk berkreativitas dan salah satu di antaranya adalah dengan menulis.

Dalam berbagai kesempatan, kepada mereka saya menjelaskan bahwa sekarang ini kita hidup di era dunia tanpa batas. Apa isi dunia (berbagai peristiwa yang diberitakan media massa dan individu) sekarang terletak di jemari kita.

Dengan sekali atau beberapa kali menekan tombol-tombol di keypad ponsel, kita bisa mengetahui peristiwa apa pun. Lewat aktivitas itu, kita bahkan bisa berkomunikasi secara interaktif dengan orang atau lembaga apa pun, kapan dan di mana pun, sebab para operator telepon (tidak kecuali PT XL Axiata) telah memberikan berbagai kemudahan dan layanan. Tidak berlebihan memang jika operator itu bangga dengan semangat yang gencar dipromosikan bahwa “Internet telah membuat saya XLangkah Lebih Maju.”

Berketetapan hati menjadikan masyarakat Indonesia, khususnya mahasiswa yang saya dampingi cepat menyelesaikan studinya, seusai memberikan kuliah, lazimnya saya memberikan catatan kuliah, lalu saya unggah ke blog saya (gantyo.blogspot.com). Lewat cara ini saya berharap mereka bisa XLangkah Lebih Maju, karena para mahasiswa bisa secara leluasa menyimak evaluasi kuliah sang dosen kapan dan di mana pun. Dinding ruang kuliah tak lagi jadi pembatas.

Saya juga meminta mahasiswa agar mengirim tugas yang saya berikan via email hari itu juga, terutama menulis berita (saya antara lain mengajar mata kuliah penulisan berita di fakultas komunikasi-jurnalistik). Banyak di antara mereka yang menulis tugas dan mengirimkannya via handphone. Agar XLangkah Lebih Maju, mereka memang harus terbiasa menjadikan internet sebagai perangkat kuliah, karena bukan lagi barang mewah.

Situasi tentu akan bertolak belakang dengan tagline XL itu apabila mereka tidak memanfaatkan berbagai layanan andal yang telah disediakan para pelaku bisnis fasilitas new media.

Kita sekarang hidup di era digital. Berdasarkan survei yang dilakukan MarkPlus Insight, pengguna internet di Indonesia pada 2011 mencapai 55 juta orang. Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan Sensus Penduduk 2010 sebanyak 240 juta jiwa.

Mengacu kepada angka 55 juta, itu berarti 23% masyarakat Indonesia sudah terkoneksi dengan internet yang kebanyakan berpusat di kota-kota besar.

Masih menurut hasil survei itu, sebanyak 29 juta orang di antaranya menggunakan perangkat mobile untuk mengakses internet. Itu berarti lebih dari 50% pengguna internet di Indonesia memanfaatkan mobile untuk berselancar di dunia maya.

Oleh sebab itu beralasan jika para operator di sini, tidak terkecuali PT XL Axiata berlomba-lomba memberikan fasilitas dan layanan sebaik mungkin kepada para pelanggan dan calon pelanggan dengan cara memperluas jaringan.

Melalui kontraktornya, perusahaan itu belum lama ini menemui pimpinan organisasi kami untuk menyewa ruang guna pemasangan antena BTS 3G di Kota Tangerang. Sang kontraktor berminat memasang antena BTS di gedung organisasi kami, sebab XL berkepentingan untuk memperluas jaringan 3G agar para pelanggannya semakin XLangkah Lebih Maju.

Perkembangan dan kemajuan teknologi, khususnya teknologi informasi komunikasi telah mendorong pelaku industri telekomunikasi di seluruh dunia berketetapan untuk memberikan layanan terbaik kepada para pelanggan dan berusaha memikat calon pelanggan baru.

Banyak cara yang dilakukan operator untuk mempertahankan pelanggan dan meraih pelanggan baru. PT Axiata misalnya berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman dan manfaat lebih kepada pelanggannya. Komitmen ini diwujudkan XL melalui peluncuran motto baru “XLangkah Lebih Maju.”

Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, dalam pernyataannya seperti dikutip banyak media menjelaskan, peluncuran motto baru XLangkah Lebih Maju bukan sekadar urusan bagaimana agar XL mampu menjual dan bertahan hidup, tetapi juga sebagai wujud tanggung jawab dan komitmen perusahaan itu memenuhi kebutuhan pelanggan, masyarakat, dan pemerintah, utamanya bangsa ini.

Melalui motto elegan dan unik itu, XL rupanya ingin membuka kesempatan kepada masyarakat Indonesia untuk menjadi lebih maju dalam berbagai hal yang didukung dengan layanan HotRod 3G+(plus).

Layanan HotRod 3G+ dirancang XL guna memenuhi kebutuhan masyarakat agar mereka bisa berkomunikasi lebih baik. Layanan berteknologi HotRod 3G+ memungkinkan pelanggan menikmati data (video) streaming yang lebih cepat dan meminimalisasi SMS dan BBM yang pending. Dengan begitu pesan yang terkirim menjadi lebih jelas dan layanan telepon seluler lebih jernih.

Saya sendiri menjadi pelanggan XL sudah lebih dari 10 tahun lalu ketika harga nomor perdana masih mahal (Rp 500.000). Karena itu banyak anak muda sekarang, khususnya mahasiswa yang tak percaya dan bertanya ketika mengetahui nomor HP saya hanya terdiri 10 digit. “Nggak salah, kok cuma sepuluh angka?” kata mereka.

Apa pun nomornya, sebagai pengajar (pendidik), seperti halnya XL, saya berkepentingan mahasiswa “XLangkah Lebih Maju” dengan terus memanfaatkan internet dan new media untuk berinteraksi dan belajar.

Rasanya tarif yang konon mahal untuk berselancar di dunia maya tidak bisa lagi dijadikan alasan untuk ogah memanfaatkan internet, karena khawatir pulsanya tersedot. XL sudah memelopori berinternet secara murah meriah yang dipromosikan perusahaan itu sebagai “super ampuh”.

Yuk, kita bertekad “XLangkah Lebih Maju”. Kalau bukan sekarang, kapan lagi. Kalau bukan kita, siapa lagi? (Gantyo Koespradono)

3 Comments
  1. anggabp says

    ceritanya detail sekali mas. mantab lah pokoknya

  2. Terimakasih, semoga bermanfaat buat anak-anak muda.

  3. anggabp says

    tetap membuat tulisan yang memberikan inspirasi mas. anak-anak musa butuh itu.

Leave A Reply

Your email address will not be published.