Catatan Gantyo

Aplikasi Jitu Menangkal Kecewa 5 Tahun

0 40
PEMILU 2014 tinggal menghitung hari. Masa depan bangsa ini (akan lebih bagus atau sebaliknya) tergantung dari keputusan Anda saat Anda berada di bilik suara. Jika kita salah memilih partai atau calon anggota legislatif (caleg), maka bersiap-siaplah kita kecewa selama lima tahun.

Semua pihak tentu merindukan pemilu berlangsung secara terbuka, jujur dan adil tanpa kecurangan secuil pun. Tapi, banyak pula yang menginginkan sebaliknya dengan melakukan kecurangan untuk mempertahankan posisi atau kedudukan (kekuasaan). Terhadap niat seperti ini, mereka yang menginginkannya berusaha melakukan apa pun, baik yang seolah-olah halal atau yang haram sekalipun.

Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah “bahan baku” hasil sebuah pemilu. Di tempat inilah produk asli pemilu dihasilkan. Jika diibaratkan film atau rekaman lagu, dokumen yang ada di TPS adalah master piece-nya. Ia sangat orisinil, belum ada manipulasi. Jika ia rekaman lagu, hasilnya belum sempat dimixing.

Oleh sebab itu, jika kita menginginkan hasil pemilu benar-benar orisinil, maka peran para saksi, baik saksi partai politik, maupun independen menjadi sangat penting.

Sayangnya, belum semua partai peserta pemilu punya saksi dalam jumlah besar sesuai dengan jumlah TPS yang mencapai ratusan ribu. Negara memang telah menyiapkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk membayar saksi parpol-parpol. Tapi, dikhawatirkan dana saksi ini disalahgunakan untuk misi khusus partai-partai penguasa. Beruntunglah, Partai NasDem dan PDI Perjuangan menolak dana saksi menggunakan uang negara.

Konsekuensinya, kedua partai tersebut harus menyiapkan uang sendiri untuk membayar para saksi yang nanti berada di lapangan (TPS) pada 9 April 2014. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), baik di pusat maupun daerah, sebenarnya punya kewajiban untuk menyiapkan saksi independen. Namun, berdasarkan informasi yang saya peroleh, jumlah saksi yang direkrut belum sesuai dengan yang diharapkan.

Beruntung dalam situasi seperti itu, mantan Direktur Utama PT Telkomsel Sarwoto Atmosutarno menggagas adanya “aplikasi saksi” yang kini populer dengan sebutan APSI. 


APSI memungkinkan siapa pun (terutama anak-anak muda usia 17-40 tahun) menjadi relawan sebagai saksi Pemilu 2014. Nah, saatnya kita peduli untuk menjadikan Pemilu 2014 berkualitas, berlangsung secara jujur dan adil. 

Aplikasi APSI mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada 5 Januari 2014 di Solo, kota kelahiran Sarwoto. Kebetulan dia adalah caleg DPR-RI dari Partai NasDem di Dapil Jateng 5. Tapi, kata Sarwoto suatu hari kepada saya, ia membuat aplikasi saksi ini tidak ada kaitannya dengan partai. “Di APSI, posisi saya independen,” katanya.

Yang pasti, menurut Sarwoto, masyarakat yang peduli terhadap pelaksanaan pemilu jujur dan adil, dapat menggunakan aplikasi tersebut dengan terlebih dulu melakukan registrasi sebagai saksi atau relawan di www.apsiwatch.co.id.

Saya sudah mendaftarkan diri dengan sangat mudah. Dokumen yang kita siapkan hanya Kartu Tanda Penduduk (KTP), terutama nomor KTP kita. 

Setelah mendaftar, relawan APSI nantinya dapat menggunakan fasilitas APSI Messenger melalui telepon selular atau gadget miliknya. Layaknya layanan Blackberry Messenger (BBM) dan Whatsapp Messenger, APSI Messenger memungkinkan sesama relawan untuk berkomunikasi secara langsung (chatting) maupun saling berbagi data suara, foto dan video. 

Relawan juga dapat mengirim rekaman kecurangan pelaksanaan Pemilu 2014 dalam bentuk suara, foto dan video ke pusat data untuk ditayangkan dalam situs APSI, sehingga dapat dilihat seluruh masyarakat. Selain mendapat sanksi moral dari masyarakat, berbagai bentuk kecurangan itu juga akan dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Beragam bentuk kecurangan pemilu yang dapat direkam relawan dengan mudah melalui telepon selular, misalnya,  kampanye terselubung, pemasangan atibut kampanye yang melanggar aturan, manipulasi surat suara,  serta penghitungan dan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Sarwoto yang mantan Ketua Asosiasi Telekomunikasi Selular Indonesia (ATSI) periode 2009-2012 ini sengaja mengembangkan aplikasi tersebut agar masyarakat luas bisa ikut mengawasi jalannya Pemilu 2014 secara aktif dan independen. 

Di atas, saya sudah jelaskan bahwa kejadian di TPS, termasuk hasil perolehan suara adalah “karya orisinil” sebuah proses pemilu. Oleh sebab itu, kata Sarwoto:  “Jika di setiap TPS terdapat relawan APSI, maka manipulasi penghitungan suara dapat digugat dengan bukti-bukti otentik yang dikirim relawan. Rekapitulasi penghitungan suara tingkat nasional (real count) juga dapat dilakukan dalam waktu tiga hari, tidak perlu sampai satu bulan seperti yang dijadwalkan KPU.” 

Karena itu, lanjut Sarwoto, program APSI membutuhkan relawan hingga 600.000 orang yang diharapkan tersebar merata di seluruh TPS di Indonesia. Saat saya mendaftar, jumlah relawan yang mendaftar baru 647 orang. Masih ada kesempatan untuk menjadikan pemilu jujur, bersih dan adil.

Setelah kita mendaftarkan diri, lewat email, para saksi relawan akan mendapatkan sapaan dari Sarwoto seperti ini: “Para Kawula Muda , Ayo Bergerak. Selamat dan terima kasih Anda telah bergabung menjadi relawan APSI.

Pemilu 2014 telah mendekat, mari kita menghitung hari untuk ikut berperan aktif dalam proses demokrasi menuju Indonesia yang lebih dewasa, jujur, adil dan makmur.

Bagi yang merasa muda dan merasa masa depan adalah miliknya, yang suka jalan, berteman dengan orang baru, berkomunikasi, suka internet dan yang suka organisasi, yang hobinya merekam, membuat analisa, dan mencari kebenaran berdasar kejujuran, yang mencintai Indonesia Raya dan percaya bisa lebih baik, APSI memberi sarana untuk ikut menjawab tantangan sebagai rakyat relawan, mengawal, menjaga dan mengawasi agar Pemilu Indonesia 2014 berjalan dengan jujur dan adil.

APSI adalah gerakan relawan, dengan semangat anak muda, dengan berbekal aplikasi saksi dan aplikasi rekapitulasi untuk memantau proses dan hasil pemilu secara independen. APSI akan menjadi pembanding dan rujukan proses dan hasil pemilu dari waktu ke waktu dari wilayah ke wilayah tertentu.

APSI akan menjadi wadah pembelajaran demokrasi di era informasi yang modern. Selamat bergabung, gunakan APSI messenger dan web www.apsiwatch.co.id untuk saling berinteraksi secara gratis, sehat dan produktif.” 

Anda merindukan pemilu yang bersih, jujur dan adil serta minim kecurangan? Saatnya Anda peludi dengan menjadi saksi independen, tidak perlu menunggu dibayar menggunakan uang negara. 

Jika Anda masih penasaran dengan APSI, silakan kontak Sekretariat: Jl. KS Tubun No. 31, Manahan, Solo. Telp: 0271-710710. Selamat bergabung untuk menjadikan Indonesia bersih dan jujur.[]

Leave A Reply

Your email address will not be published.