Catatan Gantyo

Bahasa Indonesia Jurnalistik: Mengevaluasi Hasil Tugas Mahasiswa

0 2
SELAMAT pagi para mahasiswa peserta kuliah bahasa Indonesia jurnalistik (BIJ). Yuk kita kembali bicara tentang mata kuliah BIJ, cabang dari ilmu komunikasi.
Benar,  jurnalistik — di dalamnya ada bahasa jurnalistik — adalah bagian dari ilmu komunikasi.
Ilmu komunikasi sendiri adalah ilmu yang mempelajari usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataan atau pesan kepada manusia-manusia lain.
Jurnalistik adalah ilmu praktika, yaitu ilmu yang mempelajari cara atau usaha manusia dalam menyampaikan isi pernyataan atau pesan kepada manusia lain melalui media massa (surat kabar, majalah, radio, televisi dan sebagainya).
Karena yang disampaikan adalah pesan, maka komunikator sang pemilik pesan harus mengungkapkannya lewat (satu di antaranya) adalah bahasa. Agar pesan dapat efektif diterima komunikan (khalayak), maka bahasa yang digunakan harus komunikatif, sederhana dan mudah dipahami siapa pun dengan latar belakang apa pun.
Konkretnya, bahasa yang kita gunakan untuk menyampaikan pesan harus bisa dipahami sama oleh anak lulusan SD hingga orang yang bergelar profesor doktor. Pesan yang sama harus bisa dipahami oleh masyarakat berasal dari Aceh dan Papua.
Salah satu bahasa yang diharapkan bisa mengefektifkan komunikasi antarmanusia melalui media massa adalah bahasa jurnalistik. Karena bahasa yang kita gunakan dalam berkomunikasi melalui media massa ini adalah bahasa Indonesia, maka kita sebut saja dengan bahasa Indonesia jurnalistik.
Dalam beberapa kali pertemuan, kita telah pelajari sifat-sifat dan karakter bahasa Indonesia jurnalistik (BIJ). Silakan Anda baca kembali catatan saya di ruang ini pekan lalu. Saya harap Anda konsisten dan konsekuen dalam menerapkan BIJ. Jangan Anda menyampaikan pesan (dengan BIJ) secara serampangan alias ngawur.
Guna memastikan apakah pesan yang Anda tulis sudah benar atau salah, cobalah minta kepada adik atau nenek Anda untuk membaca apa yang Anda tulis. Jika mereka tidak paham, berarti ada yang salah dengan BIJ Anda.
BIJ dipakai para wartawan dalam menulis berita. Coba Anda perhatikan, berita yang ditulis para wartawan dan dimuat media massa, akan dipahami sama oleh siapa pun. Berikut contohnya:
Joko Widodo resmi menjadi presiden Republik Indonesia setelah dilantik dan pengambilan sumpah janji dalam Sidang Paripurna MPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10).
Coba Anda perhatikan kalimat di atas  yang dalam dunia jurnalistik populer dengan sebutan “lead”. Kalimat di atas ditulis apa adanya dengan bahasa  sederhana, dan pasti dimaknai sama oleh siapa pun.
Anda dua pekan lalu saya minta menulis tentang kisah kawan Anda yang mempunyai hobi unik. Ada yang gemar mengoleksi foto 27 mantan pacar, ada yang senang menyimpan struk belanja, dan ada pula yang melakukan pekerjaan iseng makan isi pensil mekanik. Saya memberikan kebebasan kepada Anda untuk menulis soal itu berdasarkan selera atau sudut pandang Anda. Saya berharap Anda dapat menuangkannya menggunakan BIJ.
Sayang, banyak di antara Anda yang belum mampu mengungkapkan gagasan lewat tulisan dengan baik dan benar, juga masih ada yang belum menggunakan BIJ secara murni dan konsekuen. Tak apalah, Anda masih belajar. Dalam belajar, Anda pasti menemukan kesalahan. Lebih baik menemukan kesalahan dan akhirnya bisa mengetahui yang benar daripada tidak mendapatkan apa-apa.
Cobalah Anda percaya diri dengan kemampuan yang Anda miliki, sebesar atau sekecil apa pun. Setelah mengoreksi dan menilai hasil tugas Anda, saya menemukan kasus, ada di antara Anda yang melakukan “copy-paste” karya teman Anda, dan karenanya saya tidak tahu mana karya yang orisinil. Untuk mengelabui dosen, Anda mengadakan perubahan sedikit atas karya yang Anda copy-paste.
Sekali lagi, cobalah Anda percaya diri dengan kemampuan Anda. Anda jangan mengejar nilai. Apalah arti nilai 100 dari copy-paste, sementara Anda sesungguhnya tidak punya pengetahuan apa-apa tentang BIJ. Semoga Anda masih ingat dengan kata-kata saya: “Kami tidak hebat, tetapi terlatih.” Kata-kata ini mengandung makna, Anda akan menjadi orang hebat jika Anda terlatih atau biasa berlatih, termasuk dalam menggunakan BIJ.
Guna menguasai BIJ, Anda harus banyak berlatih. BIJ adalah ilmu praktika dari ilmu jurnalistik. Lalu teori BIJ-nya mana? Silakan Anda temukan sendiri setelah Anda berlatih dan peduli dengan mata kuliah ini. Teori juga akan Anda dapatkan dengan sendirinya setelah Anda banyak membaca produk jurnalistik.
Sekarang saya akan analisis sebagian tugas yang sudah Anda kerjakan. Beberapa kawan Anda menulis seperti ini:
  1. Ishak Maulana, seorang mahasiswa esa unggul. Mempunyai hobi yang unik yaitu mengoleksi foto mantan pacarnya sebanyak 27 wanita yang dia pacari.
Catatan:
Kalimat di atas tidak efektif dan kurang efisien. BIJ singkat, jelas dan padat. Penulis kalimat di atas juga tidak akurat dalam menulis kata, seperti esa unggul (seharusnya Esa Unggul). Kalimat di atas akan lebih bagus jika ditulis seperti ini: Ishak Maulana, mahasiswa Universitas Esa Unggul, punya hobi unik, yaitu mengoleksi  foto 27 mantan pacar.
  1. Alasan Ishak suka mengkoleksi foto-foto mantan pacarnya supaya ada kenangan yang nantinya menjadi sebuah cerita clasik kelak Ishak mempunyai anak nanti.
Catatan:
Kalimat di atas kacau balau, tidak jelas apa yang akan disampaikan penulis, dan pastinya tidak menggunakan BIJ yang berkarakter mudah dipahami dan komunikatif. Kalimat di atas akan lebih manis jika ditulis sebagai berikut: Ishak punya alasan mengapa ia senang mengoleksi foto-foto mantan pacar. “Supaya ada kenangan dan saya bisa ceritakan kepada anak-anak saya nanti,” katanya.
  1. Ishak anak tunggal, tinggal di daerah cengkareng dan mempunyai 27 mantan, Dia putus dengan berbagai konflik.
Catatan:
Kalimat di atas juga tidak efektif dan mengabaikan prinsip BIJ. Penulis tidak akurat, sebab menulis “cengkareng” dengan huruf kecil. Begitu pula kata “Dia” setelah koma ditulis menggunakan huruf besar. Memangnya Ishak Tuhan, sehingga “dia” (kata ganti ketiga) ditulis menggunakan “D” besar? Tidak, kan? Mantan apa juga tidak jelas. Oleh sebab itu, lebih afdol jika kalimat di atas disempurnakan seperti ini: Ishak anak tunggal. Ia tinggal di Cengkareng dan punya 27 mantan pacar. Ia putus dengan ke-27 pacarnya karena berbagai sebab.
  1. Maklum aja hobi shoppingnya dia ini membuat Nita suka mengumpulkan struk-struk belanjaan.
Catatan:
Teman Anda yang satu ini menggunakan bahasa percakapan sehari-hari dalam menulis. Tolong, ya, Anda jangan menggunakan bahasa seperti itu ketika diminta menulis produk jutnalistik atau siaran pers. Kalimat di atas juga tidak beraturan, karena penulisnya asal menuangkan kata. Kata “nya”dan “dia” serta “Nita” dicampuradukkan. Pilih saja salah satu. Kalimat di atas akan “nyambung” jika ditulis seperti ini: Maklum, hobi Nita adalah shopping, sehingga ia suka mengumpulkan struk belanja.
  1. Sudah 3 tahun gadis ini mengumpulkan struk belanjaan dengan jumlah 30 dari beberapa tempat seperti Mal Puri Indah, dan Mal Ciputra.
Catatan:
Kalimat di atas bertele-tele, tidak efisien. Angka (jika kurang dari 10) sebaiknya ditulis dengan huruf, kecuali nomor rumah, usia, lambang kimia, berat (ukuran), dan sejenisnya. Kalimat di atas bisa disederhanakan seperti ini: Sudah tiga tahun gadis ini mengumpulkan struk belanja dari pusat berbelanjaan, seperti Mal Puri Indan dan Mal Ciputra. Total struk ada 30.
  1. Satu sampai tiga batang sehari dapat ia habiskan sembari iseng.
Catatan:
Susuanan kalimat di atas tidak pas. Kata “dapat ia” sangat mengganggu. Kalimat itu bisa disederhanakan seperti ini: Iseng, dalam sehari, ia bisa menghabiskan satu-tiga batang isi pensil.
Masih banyak kalimat salah yang ditulis teman-teman Anda (atau mungkin Anda), seperti berikut ini:
1.      Hobby yang dimiliki Ishak yaitu menkoleksi foto-foto mantanya, hobby itu berawal sejak ishak duduk dibangku SMP hingga sekarang ishak kuliah di Universitas Esaunggul , yang menurut catatan ishak sendiri jumlah mantan ishak ada 27 bukan jumlah yang sedikit.
2.      Usut demi usut isak juga memiliki 2 mantan pacar nya yang sudah hamil dan memiliki keluarga, mendengar pernyataan dari mantan pacar nya itu ishak tidak pernah berputus asa untuk tetap mencari pacar lagi , kemungkinan  ada ishak mencari yang ke 28 yang membuat ishak lebih serius lagi dan menjadikan pacar ke 28nya yang perterakhir kali nya, tutur Ishak Maulana.
3.      Dibalik semua itu Ishak merupakan pria cepat bosan, mengkandidatkan wanita manis, dan mudah berpaling ke hati yang lain. Tetapi itu terakhir ketika awal september 2014 untuk selanjutnya ia telah bertekat untuk fokus kuliah dahulu.
4.      Menariknya ishak jujur dan juga polos, ia juga punya pengalaman nyanyiin lagu sambil main gitar ketika telpon mantan nya dan itu ishak praktekkan ketika sesi akhir tanya jawab.
5.      Grace adalah Wanita yang sangat Dia cinta dari 27 Wanita yang sudah di pacari, tetapi hubungan mereka berakhir karena Orang tua Grace tidak setuju dengan hubungan mereka yang berpacaran dengan berbeda agama.
6.      Alasan dia mengkoleksi foto mantan pacarnya untuk bercerita kepada anak-anaknya nanti di masa depan,maka ishak berusaha mencari cinta sejatinya.
7.      Ishak maulana seorang mahasiswa di Unievsritas esa unggul, memiliki hobi yang unik yaitu mengoleksi foto mantan nya sampai sekarang sudah berjumlah 27 orang, jumlah yang banyak tentunya dia mulai berpacaran sejak kelas 1 SMP ketika umur 13tahun.
8.      Cukup menariknya ishak pernah sekali menjalani hubungan dengan wanita, dalam waktu yang cepat wanota itu langsung di memutuskan hubungannya rupanya orang tua wanita itu tidak setuju melainkan karena mereka berbeda agama, cukup sedih juga cerita cinta ishak.
9.      Ishak biasanya mempunya target waktu untuk pendekatan selama 3 minggu dan sesudah melakukan pendekatan ia mulai menyatakan perasaannya. Ishak biasanya untuk menyatakan perasaan dengan sebuah lagu dan juga bisa mengajak si wanita ke taman dan tempat yang romantis.
10.  Ishak memulai masa pacaran sejak duduk di bangku SMP dan dia lupa siapa wanita yg dia pacari saat pertama kali pada masa itu.
11.  Struk biasanya kita dapatkan setelah pembayaran belanjaan.
12.  Selain hobi main game Ardi (nama panggilan) dia juga mempunyai hobi aneh, berawal dari iseng-iseng memasukkan isi pensil mekanik ke dalam mulut lalu memakannya, kebiasaan ini di mulai sejak kelas 1 SD.
13.  Nita Tyas Paliupi, Demikian cerita tentang Nita yang memiliki hobi yang unik yaitu mengumpulkan Struk Belanja dari sejak SMA kelas 1 dan sampai saat ini ia selalu mengumpulkan struk belanja di karnakan ia suka melihat angka di nominal belanjanya.
14.  Bagi Nita, kebiasaannya itu sudah ia lakukan sejak SMA kelas 1 sampai sekarang. Alasannya, Nita suka melihat angka di struk tersebut meskipun struk yang ia dapatkan dari warung.
15.  Dilihat dari banyak struk yang tersimpan mungkin sebagian orang beranggapan bahwa Nita hobby belanja. Tetapi ternyata hobinya membaca komik dan novel.
16.  Karna menurutnya tidak merugikan siapapun, tyas akan terus melanjutkan kebiasaannya itu.
17.  Ardi memang tidak pernah mengeluhkan kebiasaan ini karna dia tidak merasa ada gangguan dipencernaannya. Bahkan lebih mengkhawatirkan bahwa orang tua ardi tidak mengetahui hal ini.
18.  Ia menuturkan kembali kebiasaannya memakan pensil itu tersebut dalam sehari Ardi bisa menghabiskan 3 batang isi pensil selama sehari, selama ia masih bisa memakan isi pensil itu ia akan terus memakan isi pensil tersebut sampai belum terjadi hal yang tidak diinginkan.
19.  Ardiansyah, Sejak ia duduk dikelas 1 SD Ardi suka memakan isi pensil, karena berawal dari ia malas menulis akhirnya isi pensil itu ia makan lalu menjadi kebiasaan nya sampai saat ini.
20.  Bagi ardi makan pensil itu sudah menjadi kebiasannya, dari dulu sampai sekarang belum pernah ada yang melarang Ardi untuk berhenti memakan isi pensil itu, selama sehari Ardi bisa menghabiskan tiga batang isi pensil.

Masih banyak contoh lain. Silakan Anda baca ulang, dan diskusilah bersama teman, apakah kalimat-kalimat di atas sudah sempurna? Jika Anda menyimpulkan belum sempurna, silakan perbaiki gunakan bahasa Indonesia jurnalistik.[]

Leave A Reply

Your email address will not be published.