Catatan Gantyo

Kabinet Kerja Terbentuk, Saya Senang Dua Kawan Jadi Menteri

1 52
SETELAH sempat memunculkan berbagai spekulasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu (26 Oktober 2014) sore, akhirnya mengumumkan kabinet yang disebutnya dengan Kabinet Kerja. Saya senang, dua menteri yang duduk di kabinet itu adalah kawan saya.

Yuddy Chrisnandi
Kedua kawan saya itu adalah Yuddy Chrisnandi yang ditunjuk sebagai menteri pendayagunaan aparatur negara, dan Ferry Mursyidan Baldan (menteri agraria dan tata ruang).

Yuddy dan Ferry saat kampanye pemilihan presiden (pilpres), hampir setiap hari bertemu dengan kami di Media Center Jokowi-Jusuf Kalla di Jl Cemara 19 Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya adalah juru bicara tim kampanye nasional Jokowi-JK. Kedua orang inilah yang rajin berdiskusi dan ngobrol-ngobrol dengan kami di Media Center.

Menghadapi situasi genting pada saat itu (karena Jokowi kerap difitnah dengan kampanye hitam), guna mengurangi stres, kami kerap bercanda. Dalam situasi seperti itu, Ferry kerap izin keluar ruangan untuk melakukan kegemarannya, merokok.

Yuddy adalah politikus Partai Hanura. Dia ditunjuk sebagai jubir tim kampanye nasional Jokowi-JK setelah partainya resmi bergabung ke Koalisi Indonesia Hebat (KIH). “Ada isu apa? Apa yang bisa dimainkan?” begitu kata Yuddy saat sampai di Media Center.

Setelah berbicara dalam acara talk show di televisi, Yuddy biasanya mampir ke Media Center, bahkan ketika sebagian besar penghuni markas pembentukan opini publik Jokowi-JK itu sudah pulang. “Kok, sudah tidak ada orang ya di sini,” tulis Yuddy di grup Whats App MC Jokowi-JK yang sampai saat ini masih eksis.

Siang tadi sebelum Jokowi mengumumkan nama-nama personalia Kabinet Kerja, Yuddy pun masih sempat bercanda lewat grup WA bahwa ia akan diangkat menjadi “menteri pendayagunaan anak nakal.” Dia memang senang bersenda gurau.

Personalia Kabinet Kerja yang sore tadi (Minggu 26 Oktober) diumumkan dan besok akan dilantik di Istana Negara adalah:


1. Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdijanto. 
2. Menko Perkonomian: Sofyan Djalil.
3. Menko Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani.
4. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo.
5. Menteri Pertahanan: Riyamizard Ryacudu
6. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
7. Menteri Luar Negeri: Retno Marsudi
8. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
9. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara: Yuddy Chrisnandi.
10.Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia: Yasona Laoly.
11.Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Mursyidan Baldan.
12.Menteri Kehutanan/Lingkungan Hidup: Siti Nurbaya.
13.Menteri Agama: Lukman Hakim.
14.Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar, dan Menengah: Anies Baswedan.
15.Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir.
16.Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal: Marwan Ja’far.
17.Menteri Badan Usaha Milik Negara: Rini Soemarno.
18.Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah: Puspayoga
19.Menteri Keuangan: Bambang Brojonegoro.
20.Menteri Perindustrian: Saleh Husin  
21.Menteri Perdagangan: Rachmat Gobel
22.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: Sudirman Said.
23.Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan.
24.Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono.
25.Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
26.Kementerian Pariwisata: Arief Yahya.
27.Menteri Perencanaan Pembangunan (Ketua Bappenas): Andrinof Chaniago.
28.Menteri Kesehatan: Nila Moeloek.
29.Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa.
30.Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak: Yohana Yambise.
31.Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi.
32.Menteri Pertanian: Amran Sulaiman.
33.Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri.
34.Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Saya berharap kedua kawan saya di atas dapat bekerja secara profesional, tidak korupsi dan mempu melawan KKN. Yuddy Chrisnandi adalah seorang politikus yang mengawali karier politik di Partai Golongan Karya (Golkar).  Pada 2004, Yuddy dipercaya memegang posisi sebagai ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi DPP Partai Golkar periode 2004-2009. Bahkan ia sempat masuk ke dalam jajaran calon ketua umum Partai Golkar pada 2009.

Namun karier politiknya di partai yang kini dipimpin Aburizal Bakrie itu  tak berlanjut sejak ia tak berhasil menjadi ketua umum Partai Golkar. Ia lalu masuk ke Hanura, partai baru besutan Wiranto. Di partai baru ini, Yuddy menjabat sebagai salah seorang ketua DPP.

Sebelum terjun ke dunia politik, pria yang lahir di Bandung pada 29 Mei 1968 ini, adalah seorang akademikus, persisnya sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi. Ia pernah mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Satya Darma Singaraja, Bali. Kemudian ia juga sempat mengajar di STIE Latifah Al Mubarokah, Suryalaya Tasikmalaya, dosen FE-Jurusan Manajemen, Universitas Trisakti, 1997-2001, dosen PPS-Studi Ilmu Politik FISIP, Universitas Indonesia pada  2005, dan hingga kini ia tercatat sebagai pengajar tetap di Fakultas Ekonomi Universitas Nasional, Jakarta.

Ferry Mursyidan Baldan
Ferry terlahir sebagai anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif dan Syarifah Fatimah (alm) berasal dari Aceh dan lama bermukim di Bandung, Jawa Barat.

Setelah menamatkan pendidikan dasar dan menengah, Ferry melanjutkan studi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjajaran Bandung, lulus tahun 1988. Di masa itu, ia aktif di berbagai organisasi kemasyarakatan. Antara lain lewat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia pernah menjabat Ketua Umum Badko, Jawa Barat (1988-1990) kemudian menduduki jabatan sebagai ketua umum PB HMI periode 1990-1992.

Dua periode ia menjadi anggota DPR dari Golkar. Terakhir ia bergabung ke Partai NasDem dan duduk sebagai ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai NasDem. Kawan-kawannya di partai ini mengenal Ferry sebagai sosok pekerja keras dan punya loyalitas yang tinggi.

Teman-teman selamat bekerja, bekerja dan bekerja, bukan demi siapa-siapa, tapi demi rakyat. Bantulah Pak Jokowi. Jangan biarkan ia bekerja sendirian. Bantulah ia dengan sepenuh hati.[]

1 Comment
  1. natalsrs says

    Haha ternyata 'spekulasi' saya tentang Anies Baswedan benar, Pak! Jadi menteri pendidikan 😀

Leave A Reply

Your email address will not be published.