Catatan Gantyo

Catatan Dosen Jelang UTS Semester Gasal 2018-2019

0 99
Mahasiswa IISIP Jakarta

PARA mahasiswa IISIP Jakarta yang baik, khususnya Anda yang mengambil mata kuliah editing-produksi isi media (EPIM)dan manajemen media massa (MMM).

Senin pekan depan (15 Oktober 2018) kita mulai ujian tengah semester (UTS) semester gasal 2018/2019. Saya percaya Anda sudah memersiapkan diri dengan baik.

Khusus untuk mata kuliah EPIM, apa toh yang harus Anda persiapkan? Membaca dan menghapal teori yang telah saya berikan?

Tidak. Keliru jika Anda menguasai dan menghapal teori, namun tidak bisa mempraktikkannya. Ini sama halnya kita hapal isi kitab suci, namun kita tidak bisa mengamalkannya.

Teori bukan untuk dihapalkan, tapi dipraktikkan. Teori dipakai untuk menuntun kita ke jalan yang semstinya. Percayalah jika Anda telah menapaki jalan yang benar, Anda bahkan akan mampu membuat teori baru. Pengetahuan baru.

EPIM adalah ilmu praktika. Konsekuensinya Anda dituntut banyak berlatih dan praktik. Buat apa kita menjadi manusia hebat kalau tidak terlatih. Ronaldo tidak akan menjadi pemain sepak bola profesional kalau tidak rutin berlatih.

Dilatarbelakangi kenyataan itulah, di kelas, saya lebih sering memandu Anda untuk berlatih agar Anda memiliki kualitas A (10) sebagai seorang calon editor (redaktur) daripada berteori. Jika karya editing Anda cuma berkualifikasi C atau B, maka Anda harus banyak lagi berlatih, membaca dan menulis.

Berlebihankah saya? Tidak, sebab dalam praktik (meniti karier di industri media), Anda memang dituntut untuk teliti, patuh pada rambu-rambu bagaimana kita harus berkomunikasi (menyampaikan pesan) menggunakan bahasa yang baik dan benar.

Tempo hari saya sudah memberikan tugas kepada Anda untuk mengedit naskah berita yang ditulis oleh kawan Anda. Sayang, nilai tugas yang Anda kerjakan belum memuaskan. Rata-rata mendapat nilai D.

Namun, ketika tugas yang sama dikerjakan secara berkelompok, hasilnya jauh lebih baik daripada kalau dikerjakan sendiri-sendiri. Itulah sebabnya mengapa saya sering mengingatkan kepada Anda bahwa berdiskusi dan mengerjakan tugas secara berkelompok sangat penting.

Jika Anda pasif berdiskusi di kelompok, maka besar kemungkinan Saudara akan tertinggal dan tidak tahu apa-apa.

Saat mengoreksi karya editing Anda, saya masih menemukan kesalahan, baik kecil maupun besar atas tugas editing Anda.

Kesalahan yang Anda lakukan umumnya menyangkut tanda baca, pengulangan kata, efisiensi kata, logika kalimat, akurasi data/informasi dan pilihan kata.

Meskipun Anda sudah mencatatnya, saya akan tampilkan kembali kalimat-kalimat salah edit itu di sini.

Silakan diskusikan lagi bersama teman-teman hari ini, Senin 8 Oktober 2018 di kelas. Mohon maaf, dalam kuliah hari ini saya tidak bisa mendampingi Anda belajar.

Ketahuliah, saya minta Anda terus berdiskusi dan berlatih agar Anda semakin terampil dan profesional. Ayo, jangan menggampangkan persoalan atau merasa sudah pandai.

Berikut ada 12 kalimat hasil editing Anda yang masih salah:

1. Sebelum mendaki, Ody harus membutuhkan waktu yang lama serta mempersiapkan mental dan juga peralatan yang lengkap.

2. Untuk mencapai puncak, Ody harus menempuh waktu sekitar 3-4 jam selama di perjalanan.

3. Menurut Ody, alasan mengapa ia memilih jalur patak banteng ialah walaupun jalur tersebut cukup curam, namun jalur tersebut merupakan jalur tercepat dibandingkan dengan jalur yang lain.

4. Menurut Ody, “indonesia terlalu meniliki banyak keindahan, jadi kita harus tau keindahanya”.

5. Berangkat dari terminal Kp. Rambutan menaiki bis Jawa Tengah seharga 110rb, lalu menyewa mobil seharga 25rb per orang, lalu tiket masuk ke Gunung Prau 10rb per orang.

6. Pendakian paling berkesan baginya adalah saat mendaki ke puncak gunung Mahameru. Mulai dari jalur pendakian hingga pemandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

7. Tak jarang selama mendaki, Ody ataupun pendaki lainnya merasa lelah yang menyebabkan untuk berhenti sejenak, namin dengan tekat yang pantang menyerah Ody dan rekan pendaki yang lain dapat menyelesaikan misinya untuk mendaki Gunung Prau.

8. Gunung Prau mempunyai ketinggian 2.565 mdpl dan mempunyai 3 pos pendakian untuk para pendaki beristirajat dengan waktu pendakian sekitar 4-5 jam untuk menuju puncak.

9. Jalur yang ia lalui menuju atas puncak memang bermacam-macam, bahkan jalur yang ia lalui kadang cukup curam dan berbahaya.

10.Baginya dengan berbagai persiapan dan perjuangan yang harus ditempuh para pendaki, semua terbayarkan saat berada dipuncak gunung.

11.Gunung yang memiliki ketinggian 2565 M diatas permukaan laut trrsebut berhasil ditaklukannya dengan menempuh waktu sekitar 3,5 jam.

12.Perasaan terharu, bhagia, senang dan bangga yang menjadi satu dengan melihat keindahan alam Negri Indonesia tercinta.

Manajemen Media Massa

Para mahasiswa IISIP yang baik dan punya semangat belajar, khususnya peserta kuliah MMM. Sebagaimana sering saya jelaskan, kita sekarang hidup di era revolusi komunikasi. Seiring dengan itu agar komunikasi dapat tersalur lebih cepat dan masif, dunia media — termasuk media massa — terus bermetamorfosa sangat cepat.

Media massa periodik bersaing ketat dengan media sosial. Dunia media kini bukan lagi monopoli wartawan atau mereka yang pakar di bidang komunikasi, melainkan milik semua orang dari berbagai lapisan dan latar belakang.

Yang membedakan kita yang paham komunikasi — di dalamnya ada rambu-rambu hukum dan etika — dengan orang awam adalah bagaimana mengelola konten dan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan.

Didasarkan atas kenyataan itulah mengapa Saudara di kampus ini belajar mata kuliah MMM. Lewat mata kuliah ini, Anda diperkenalkan bagaimana mengelola media massa (terutama periodik) yang kontennya harus mengandung informasi, edukasi (pendidikan), hiburan dan kontrol sosial.

Karena kandungan konten harus ada keempat unsur di atas, maka kewajiban Anda kelak untuk mengelolanya dengan baik, tidak saja mengedukasi, tapi juga mencerahkan dan bernilai tinggi, sehingga bisa dipercaya.

Sebagaimana kita ketahui bersama, belakangan ini banyak media massa yang terjebak ikut menyebarkan berita bohong (hoaks). Kabar terbaru adalah terbongkarnya kasus hoaks yang melibatkan Ratna Sarumpaet.

Silakan bayangkan, apa yang bakal terjadi di negeri ini seandainya kasus skandal hoaks Ratna Sarumpaet tidak terbongkar? Di antara kita pasti akan saling curiga dan membenci.

Kasus di atas membuktikan bahwa media massa, juga media sosial, punya pengaruh yang luar biasa. Oleh sebab itulah di kampus ini, sebagai calon praktisi media massa, Anda diminta untuk senantiasa menomorsatukan fakta saat mengelola konten, terutama berita.

Sekadar untuk Anda ketahui, berdasarkan analisis yang dilakukan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo), pada bulan Juli 2018, tercatat berita-berita yang berseliweran di masyarakat, sebanyak 61,54 persen mengandung informasi menyesatkan dan 38,46 persen bermuatan hoaks.

Sekali lagi, fokus mata kuliah MMM adalah media massa periodik yang segala sesuatunya harus taat pada prinsip-prinsip manajemen (4P) dan ditambah 2P (penelitian dan penilaian).

Tentang apa itu penelitian, termasuk penelitian non-ilmiah sebelum kita melakukan perencanaan di bidang, juga sudah saya jelaskan dalam kuliah tatap muka.

Di kelas saya juga sudah berdikusi dengan Saudara tentang masa depan media cetak, sampai kapan bisa bertahan? Banyak di antara Saudara menjawab bahwa media massa cetak akan bertahan 3-5 tahun lagi.

Benarkah? Silakan Saudara lakukan penelitian dan amati gejala yang tampak di masyarakat. Yang pasti, media massa online (portal-portal berita) kini dijadikan andalan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi.

Konsekuensinya, awak media online dituntut profesional. Perusahaan media berlomba-lomba untuk berada di barisan terdepan. Mereka berusaha paling unggul.

Keunggulannya di mana? Guna menjawab pertanyaan ini, secara berkelompok, Anda juga sudah saya minta mendiskusikannya. Silakan terus berdiskusi supaya Anda tidak tertinggal informasi dan perkembangan zaman yang cepat berubah tidak dalam hitungan tahun, tapi menit.

Ada pasif? Siap-siap terlindas zaman.[]

Leave A Reply

Your email address will not be published.