Catatan Gantyo

Kick Andy| Kasih Tiada Bertepi

2 68

WRITENOW (Selasa 13 Januari): Saya punya catatan tertinggal tentang kasih ibu yang tiada bertepi sebagaimana disiarkan Kick Andy di Metro TV, Jumat 2 Januari lalu. Para ibu yang dihadirkan dalam acara itu mempunyai anak yang memiliki kelainan (cacat), namun berkat ketabahan dan kegigihan serta cinta kasih para ibu tadi, anak-anak mereka mampu meraih pestasi luar biasa.

Kick Andy mengawali tayangannya dengan menayangkan kembali sosok anak bernama Hee Ah Lee. Anak perempuan Korea berusia 23 tahun ini dilahirkan oleh sang bunda sudah tidak normal. Kedua kakinya hanya sebatas paha, jadi tidak punya telapak kaki. Kedua tangannya praktis tidak punya jari, sebab “jari” yang tersisa di kedua telapak tangannya masing-masing tinggal dua, bentuknya mirip jepit kepiting. Kedua jarinya “kiwir-kiwir” jika digerak-gerakkan oleh Hee Ah Lee.

Namun berkat kegigihan, cinta kasih dan kesabaran sang ibunda, Hee Ah Lee mampu berprestasi menjadi pianis kenamaan. Mudahkah sang bunda membentuk Hee Ah Lee? Tidak, sebab untuk menguasai satu lagu, Hee Ah Lee yang didampingi sang ibu harus berlatih sedikitnya satu tahun!

Ketabahan, cinta kasih dan kesabaran serupa juga dilakukan oleh Endang Setyanti yang melahirkan seorang anak aki-laki yang diberi nama Habibie Afsyah. Sejak berusia satu tahun, Habibie mengidap penyakit ‘motoric neuron’ atau kerusakan permanen pada saraf motorik otak kecilnya.

Akibat penyakit ini, pertumbuhan Habibie tidak normal. Usia Habibie saat tampil di Kick Andy 20 tahun dan harus terus duduk di kursi roda untuk melakukan berbagai aktivitas, karena Habibie tidak bisa berdiri, apalagi berjalan. Badannya otomatis membungkuk.

Sama seperti ibunda Hee Ah Lee, Endang tidak mengistimewakan Habibie. Dia menyekolahkan Habibie di sekolah biasa, bukan sekolah luar biasa layaknya anak yang mempunyai cacat fisik atau mental.

Menjawab Andy Noya, host Kick Andy, Endang Setyanti mengakui pada mulanya sedih punya anak seperti itu. Tapi setelah direnungkan, “Buat apa sedih, sebab sedih tidak menyelesaikan masalah. Saya akhirnya bisa menerima apa adanya Habibie,” kata Endang.

Endang Setyanti tidak menampik fakta bahwa kondisi Habibie yang seperti itu sebagai musibah. Tapi lagi-lagi Endang menghapus semua pikiran negatif itu. Musibah ia ganti menjadi anugerah. Habibie adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepadanya.

Dengan pertimbangan medis, menurut dokter, usia Habibie paling banter 25 tahun. Endang maupun Habibie tak gentar dengan vonis dokter seperti itu. “Ya, saya hadapi saja,” kata Habibie. Lagi pula, tambah Endang, “umur manusia, Tuhan yang menentukan.”

Bagi Endang, Habibie yang kondisinya seperti itu merupakan amanah. Oleh sebab itu ia harus terus memberikan kasih sayang dan perhatian kepada Habibie.

Meskipun kondisinya seperti itu, kecerdasan Habibie sama, bahkan di atas anak-anak normal. Saat test IQ, tingkat IQ-nya di atas 126. Oleh sebab itulah Habibie tidak disekolahkan ke sekolah luar biasa (SLB), tapi di sekolah umum biasa.

Habibie menyenangi mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Komputer. Di rumah, dia sering main games dan chatting meskipun untuk menekan keyboard komputer hanya menggunakan satu jari.

Karena tertarik dengan komputer, sang ibu kemudian mengajak Habibie ikut sebuah seminar tentang internet marketing selesai lulus SMA. Melalui seminar inilah, Habibie termotivasi untuk menjadi internet marketer. Penghasilannya sebagai internet marketer di atas Rp 10 juta per bulan.

Modal Habibie hanya ketekunan, fokus dan kerja keras. Karena prestasinya, Habibie sering diundang sebagai pembicara pada seminar-seminar tentang internet marketing. Itu berarti selain sebagai internet marketer, Habibie juga sebagai motivator.

Menjadi internet marketer, jika kita serius dan fokus seperti yang dilakukan Habibie, siapa pun pasti bisa. Yang penting, seperti yang dikatakan Habibie menjawab pertanyaan Andy Noya, “Kita jangan malu, jangan minder. Kita semua punya kemampuan. Kemampuan ini harus dimaksimalkan. Jangan terlalu menggantungkan pada orang lain.”

Banyak yang penasaran dengan bisnis internet yang dilakukan Habibie. Sejak beberapa tahun lalu, Habibie tergabung dalam afiliasi internet marketing yang berpusat di Singapura dan dipimpin seorang anak muda bernama Fabian Liem. Jika Anda ingin tahu dan ingin mendapatkan penghasilan seperti Habibie, silakan klik situs ini. Kalau Habibie bisa, maka Anda pun pasti bisa.



“Saya harus membuat Habibie bisa memberdayakan dirinya untuk bekal hidupnya kelak. Jangan sampai hidupnya menjadi beban masyarakat atau hanya menunggu belas kasihan dari orang lain. Ini tidak boleh terjadi pada Habibie anak saya,” kata Endang Setyanti yang menyebut Habibie sebagai ATM-nya , karena menghasilkan uang.

Ferdi Ramadhan dan down syndrome

Kegigihan Endang Setyanti juga ada pada Ernim Ilyas yang punya anak cacat mental. Putra keduanya, Ferdi Ramadhan yang lahir pada 1995 lalu divonis dokter mengidap down syndrome yang membuatnya tidak bisa berbicara seperti anak normal. Namun Ernim tabah menghadapi itu semua. “Saya tidak larut dalam kesedihan. Kalau saya sedih, Ferdi tidak akan seperti ini. Bagaimanapun juga dia harus mandiri,” katanya.

Berbagai jenis terapi diberikan kepada Adi (panggilan sehari-hari Ferdi), mulai dari terapi pijat, fisioterapi hingga terapi wicara. Menurut Ernim, kehangatan kasih sayang dari orang-orang terdekatlah yang bisa membuat Adi berkembang dengan baik. Kedekatan dan dukungan kasih sayang darinya dan sang suami Hendri Johni, serta sang kakak, Gessa yang sangat bangga dan menyayangi adiknya, tidak sia-sia.

Perkembangan jasmani dan organ fisik Adi jauh melampaui perkembangan mentalnya. Adi mampu berprestasi di sejumlah cabang olahraga khusus. Atletik, sepakbola, bulutangkis dan renang adalah olahraga favoritnya. Kini, Adi merupakan salah satu atlet special Olympic yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Terakhir pada April 2008 lalu, Adi mempersembahkan medali emas bagi Indonesia di cabang lompat jauh tanpa awalan, dan medali perak dari cabang sepak bola dari tim Special Olympic Indonesia (SoIna) di ajang Special Olympic Australia National Junior Games 2008.

Sang kakak Gessa mengaku bangga dan tidak malu mempunyai adik seperti Adi. “Saya akan jaga Adi dan sayangi dia meskipun kedua orang tua saya sudah tidak ada,” kata Gesa menjawab pertanyaan Andy Noya. Mendengar pernyataan Gessa seperti ini, Adi tersenyum dan mengangkat kedua ibu jari tangannya kepada Gessa.

Oscar autis

Kasih tak bertepi juga ada pada seorang ibu bernama Ira Dompas yang mempunyai anak yang diketahui mengidap autis. Selama lebih dari 28 tahun, Ira harus bersusah payah menghadapi gangguan autis hiperaktif yang menimpa putra sulungnya, Oscar Yura Dompas.

Pada tahun 1980-an, istilah dan hal ihwal tentang autis belum dikenal. Semasa kecil, Oscar berperilaku tidak seperti anak kebanyakan. Ira menjelaskan, berkomunikasi dengannya hanya satu arah. Setiap kata yang ditujukan kepadanya, Oscar selalu mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh lawan bicaranya.

Oscar juga jarang tidur. Kalau tidur hanya beberapa jam. Ira baru mengetahui Oscar mengidap autis setelah usia Oscar 8 tahun. Sejak itu Ira harus berjuang keras dengan cinta membesarkan Oscar di tengah pandangan miring lingkungan sekitarnya.

“Tetangga sekitar sering bilang, anak bu Ira gila,” kata Ira mengenang masa kanak-anak Oscar. Bagaimana tidak dikatakan “gila” sebab jika tidak sedang asyik dengan dirinya sendiri, Oscar seringkali melakukan hal-hal yang mengganggu tetangga, seperti misalnya masuk ke pekarangan orang lain dan merusak barang-barang mereka. Oscar juga tidak senang bermain dengan anak-anak yang seusia dengannya. Celakanya, jika melakukan kesalahan, Oscar merasa tidak pernah melakukannya.

Hal ini harus dihadapi Ira dengan kesabaran super. Dia harus selalu menjelaskan berulangkali kepada tetangga sekitar tentang kondisi dan penyakit Oscar, apa itu autis dan apa bedanya dengan gila.

Berkat kasih sayang dari sang bunda dan keluarga, sedikit demi sedikit Oscar bisa berkembang, mampu bersosialisasi dengan lingkungan dan orang lain. Bahkan Oscar mampu menamatkan kuliahnya di Fakultas Sasta Inggris Universitas Atmajaya Jakarta dengan lancar.

Dia sendiri baru mengetahui ada kelainan yang diidapnya setelah dia berusia 20 tahun. Oscar kini malah berhasil menulis dua buah buku tentang autis dan pengalaman hidupnya, salah satunya berbahasa Inggris. Oscar kini mampu mandiri dari profesinya sebagai pekerja seni.

“Saya ingin menjadi penulis dan bisa menulis skenario film. Saya juga ingin bisa mewakili Indonesia agar bangsa kita dihargai oleh negara-negara lain,” kata Oscar tegas menjawab Andy Noya.

Dewa cerebral palsy

Perjuangan berat dan penuh kasih sayang seorang ibu juga dialami oleh Poppy Devita Maharani Soepardi. Putra tunggalnya yang berusia 5 tahun, Dewantara Soepardi menderita penyakit langka cerebral palsy.

Dewa mengalami cedera otak dan fisik, yang membuatnya tidak mampu beraktivitas secara fisik atau motorik seperti anak sebayanya. Untuk berbicara mengeluarkan sepotong kata pun sangat sulit dilakukan Dewa. Yang keluar dari mulutnya lebih banyak (maaf) air liur daripada kata-kata.

Namun sebagai seorang ibu yang memiliki kasih tak bertepi, Poppy tidak mengenal kata menyerah. Berbagai metode terapi dicarinya hingga ke luar negeri, untuk bisa mengatasi keterbatasan Dewa. Hingga akhirnya ditemukannya metode Glen Doman untuk berkomunikasi dengan Dewa serta membantunya belajar membaca, berhitung, serta pelajaran lainnya dibantu sebuah facilitator communication, berupa kertas putih yang di atasnya terdapat huruf-huruf dan simbol-simbol.

Alat itulah yang dipakai Dewa untuk berkomunikasi dengan orang lain menggunakan jarinya yang dibantu oleh sang bunda. “Aku bisa karena hidupku perlu. Aku ingin bikin puisi,” kata Dewa saat Andy Noya bertanya apa yang akan disampaikan Dewa.

Andy Noya bertanya lagi kepada Dewa, apa kesukaan Dewa? Dengan jari tangannya yang dituntun sang ibu, Dewa menjawab: “Aku suka musik. Aku suka George Groban. Judulnya You Raise Me Up.”

Di balik keterbatasan fisik dan motoriknya, Tuhan memberikan keajaiban lain pada Dewa yang dianugerahi kemampuan ingatan fotografik, kemampuan yang mampu membuatnya mengingat benda, gambar atau tulisan secara sangat cepat dan dengan akurasi tinggi. Kemampuan itu mampu membuatnya menghabiskan membaca 24 buku setiap bulan. Kelebihan lainnya Dewa mampu menuangkan isi hati dan pikirannya ke dalam sebuah puisi yang dalam waktu dekat akan diterbitkan dalam sebuah buku berjudul “Suara Hati Dewa.”

Inilah penggalan bait puisi Dewa, yang dibuatnya saat diundang ke Kick Andy.

Bila cintaku datang

Jangan kau izinkan ia pergi

Apabila arus hidupku terhalang batu

Singkirkan halangan itu dengan doaku

Lucia Royanto, seorang psikolog yang diundang di Kick Andy mengungkapkan, banyak orang tua yang biasanya protes kepada Tuhan jika Tuhan memberikan anak dengan cacat mental seperti itu. Mereka biasanya mudah tersinggung dan cepat marah.

Menurut Lucia, diperlukan proses panjang bagi para orang tua untuk menerima anak sebagaimana adanya. Untuk itu diperlukan kematangan agar muncul semangat kasih tiada bertepi.**


2 Comments
  1. Kuyus is cute says

    Luar biasa.
    Mereka adalah orang tua orang tua yang luar biasa, cerdas dan selalu mengagungkan kebesaran Tuhan.

    Setiap manusia terlahir dengan keunikan masing masing. Ini yang saya temukan dalam sebuah pesan ketika menonton film kartun Kungfu Panda. Dan saya renungkan dalam kehidupan sehari hari, bahwa keunikan itu ada di setiap manusia yang mampu melihat dan mengasahnya menjadi satu kebaikan dan keberhasilan.

    Sering kita perhatikan, manusia yang memiliki kesempurnaan fisik belum tentu memiliki semangat sebesar yang dimiliki oleh mereka mereka yang memiliki keterbatasan. Mungkin karena mereka tidak menemukan kesulitan dalam banyak hal, sehingga fighting spirit itu tidak terlalu memotivasi dalam mencapai apa yang diimpikan.

    Tuhan tidak pernah sia sia memberikan sesuatu, menciptakan sesuatu dan mengambil sesuatu.

    Indah sekali makna yang tersimpan di balik tayangan Kick Andy, walau aku tidak sempat menyaksikannya.

  2. Dapoer Merlin says

    apa bole saya dapat informasi mengenai keluarga yang memiliki anak cacat lebih dari satu?
    trimakasih

Leave A Reply

Your email address will not be published.